Ini adalah sedikit kisah perjalan saya…mungkin perjalan saya bisa dikatakan sangat berat, tapi saya sangat senang memiliki pengalaman tersebut. Semoga pengalaman saya ini bisa memberi penyemangat untuk teman-teman semua…

Dulu…

Beberapa tahun yang lalu. Saya hanyalah seorang anak kampung yang pengen kuliah di kota besar. Dari Pekanbaru Riau saya lalu merantau ke bandung untuk kuliah. Ternyata…setelah kuliah di Bandung, saya malah main-main. Kuliah saya berantakan dan akhirnya orang tua saya menghentikan uang jajan bulanan saya. Di sumatra memiliki kebiasaan seperti itu, jika macem-macem, maka ada sanksi yang sangat berat. Saat itu saya sangat kebingungan, bagaimana saya makan, gimana biaya kuliah saya dan hal-hal yang buat stres lainnya. Untuk menyambung hidup, saya lalu menjadi pengamen. Ya, saya menjadi pengamen…walau dapatnya cuma beberapa ribu perak doank, yang penting halal dan bisa untuk menyambung hidup di bandung.

Beberapa lama setelah itu saya memiliki ide gila, yaitu mencari pacar yang kaya. Kali aja bisa dibiayain makan hahaha. Dengan modal tampang seadanya, saya lalu berusaha mencari wanita kaya di bandung dan akhirnya saya menemukannya. Ntah dimana malu saya saat itu saya juga ga tau. Yang ada di pikiran saya saat itu adalah berusaha untuk bertahan hidup di bandung. Beberapa lama setelah saya mendapatkan pacar kaya, saya malah merasa bersalah. Di dalam diri saya seperti ada perlawanan dan saya merasa harus menjaga wanita yang sudah membantu saya itu. Saya kemudian memberanikan diri untuk menikahinya.

Modal nikahnya apa? modalnya cuma NEKAT!. Ayahnya yang sama-sama dari sumatra sepertinya suka dengan sikap dan sifat saya (maklum saya jago ngambil hati calon mertua haha). Kami pun kemudian menikah dan memiliki satu anak saat itu. Namun ayah dari istri saya terkena kanker darah dan menghabiskan banyak uang. Kemudian beberapa lama setelah itu ayah mertua saya meninggal. Tanggung jawab saya pun semakin besar karena istri saya adalah anak pertama. Kami (saya, istri saya, anak saya, ibu dan adik istri saya) lalu tinggal di kontrakan yang sangat kecil karena rumah ayah mertua saya dijual untuk membayar hutang.

Nah semenjak itulah saya dan istri hidup dalam kesulitan yang luar biasa. Kami sulit makan, sering dihina dan bahkan istri saya pernah dianggap seperti BABU!. Saya sangat sedih saat itu, dan saya sangat stres. Saya pernah bertanya di dalam diri saya “apakah Tuhan tidak sayang ke saya?”, “apakah bisa nyawa saya diganti dengan kebahagiaan keluarga saya?”. Ya om dan tante, saya pernah seperti itu…terlebih lagi ketika istri saya terkena penyakit batu ginjal. Saat itu dokter mengatakan harus dioperasi dan butuh biaya sebesar lima belas juta. Darimana duitnya? untuk makan saja kami sulit!. Tapi ada keajaiban yang terjadi, penyakit istri saya sembuh hanya dengan do’a. Setelah saya berdoa, tiba-tiba batu yang ada di ginjalnya keluar dengan sendirinya. Semenjak itu saya berubah…saya semakin yakin bahwa ALLAH itu dekat dan sayang kepada saya.

ALASAN

Saya lalu mengenal dunia internet dan fokus berjuang mencari bagaimana caranya mencari uang di internet. Saat itu saya jarang pulang karena sering bermalam di warnet. Untungnya nih, saya mudah bergaul dan operator warnet pun jadi temen saya. Akhirnya saya boleh ngutang di warnet dan kadang ada diskon harga atau malah dikasih gratis hehe. Saya sangat jarang tidur ketika itu. Saat bekerja saya bisa begadang selama tiga hari. Pulang ke rumah hanya untuk mandi, makan dan tidur sebentar. Apesnya nih, saat saya sedang tidur kecapean. Malah sering ada tamu yang datang ke rumah kami, mereka nanya saya mana, jawaban istri saya selalu “sedang tidur”. Karena sering seperti itu, tamu atau keluarga datang ke rumah ketika saya sedang tidur pulas. Saya dianggap pemalas yang kerjaannya cuma tidur doank deh, “Mana Si Tukang Tidur?” haha.

Perjuangan saya ga mudah dan bisa dikatakan sangat berat om dan tante. Saya belajar sendiri, ga ada yang mengajarkan saya. Saya pernah mencoba bertanya ke salah satu pebisnis online yang katanya dah “mastah”. Saya sopan menyapanya tapi ga dibalas-balas. Saya lalu menyapanya lagi dengan sopan dan mencoba bertanya tentang bisnis online. Tapi yang terjadi malah saya dimaki-maki. Saya sangat kecewa karena beliau adalah salah satu orang yang saya segani saat itu. Sambil sedih saya lalu memaksa hati dan pikiran saya untuk berjanji akan membuktikan ke orang yang saya anggap mastah itu. Saya akan lebih hebat daripada dia!.

Ketika berjuang, hinaan terus berdatangan. Hinaan itu seperti minum obat yang sudah kadaluarsa. Pahit, siang dan malam harus ditelan dan racunnya semakin menyakitkan. Tapi walaupun terus dihina, istri saya selalu memberikan dukungan kepada saya, “lakukan saja sayang, aku yakin bisa…aku akan selalu mendukung dan mendo’akan kamu”…itu katanya kepada saya. Saya lalu semakin ga kenal dengan yang namanya menyerah….

Mau baca lebih lanjut tentang pengalaman saya ini om dan tante?. Kayanya terlalu panjang jika saya ceritakan disini hehe, silahkan lihat langsung ceritanya – part 1, part 2 dan part 3.

Sekarang saya sudah tau bagaimana caranya bagaimana mendapatkan uang di internet!…

>> Pelajari caranya Disini atau Disini<<
Note : Si tukang tidur yang asli hanya ada di www.situkangtidur.com. Hati-hati penipuan yang mengatasnamakan kami. Kami tidak bertanggung jawab jika anda membeli situkangtidur dengan harga murah tapi malah tertipu!.
Jika anda membeli si tukang tidur bukan dari website kami, maka anda tidak akan mendapatkan akses grup, update materi terbaru dan support dari kami. Hubungi kami jika ada yang menjual materi si tukang tidur kepada anda.
SiTukangTidur.com, Tempat Anda Untuk Mempelajari Internet Marketing Dan Cara Mencari Uang Di Internet.
Copyright © 2013 www.SiTukangTidur.com - Powered by Halamansatu Media Indonesia
Home | About | Vol 1 | Vol 2 | Vol 3 | Grup | Hubungi Kami | FAQ | Affiliasi